|
Tamu Online |
|
Saat ini ada 1 Hamba Allah yang bersilaturrahmi |
Kami menerima kiriman artikel atau berita dari: - semua lembaga di bawah naungan Yayasan Arwaniyyah
- Pengajar, Pengurus, Santri, Siswa dan Alumni dari semua lembaga di bawah naungan Yayasan Arwaniyyah dengan mencantumkan data diri
Tulisan dikirim ke arwaniyyah.com atau kantor Yayasan Arwaniyyah. Untuk berita mohon dilampirkan photonya. |
|
|
|
|
Ditulis oleh KH. Misbahuddin Nashan
|
|
Iqra’ (bacalah), merupakan ayat pertama surat al Alaq yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW., di Gua Hira’ pada Bulan Ramadhan. Sekarang diperingati sebagai Hari Nuzulul Qur’an setiap Bulan Ramadlan. Al Qur’an memiliki tiga nama yang masyhur : 1. Al Qur’an. ÞÜÇá ÊÜÚÜÇáì : öÇäøó åóÜÐóÇ ÇáÜÞõÜÑúÂäó íÜóÜÜåúÏöì áöáøóÜÊöì åöìó ÃóÞúÜæóãõ ( ÇáÃÓÜÑÇÁ : 9 ) |
|
Ditulis oleh KH. Sya’roni Ahmadi
|
|
Puasa ramadlan diwajibkan bagi orang Islam. Orang Islam wajib bersyukur dengan datangnya bulan suci ini. Karena bulan ramadlan itu membawa banyak berkah dan memiliki banyak keutamaan. Pada bulan ramadlan, pahala ditingkatkan. Di bulan ini pula, terdapat malam agung, yang dijelaskan oleh Allah Swt., sebagai hari yang lebih agung dari seribu bulan, yaitu lailatul qadar (malam kekuasaan). Dimana pada malam itulah, al Qur’an diturunkan. |
|
|
Ditulis oleh arwaniyyah
|
|
Malam Kemuliaan atau Lailatul Qadar merupakan malam agung yang sarat keutamaan. Malam ini termasuk keistimewaan yang diberikan kepada umat Nabi Mauhammad SAW. Tidak benar pendapat yang mengatakan bahwa malam itu hanya terjadi sekali dan sudah berakhir saat wahyu diturunkan. Menurut sebagian ulama, malam itu terus ada dan berlangsung hingga saat ini dan bahkan sampai Hari Kiamat. Lalu timbul pertanyaan: apakah malam itu datang hanya di bulan Ramadhan dan tidak di bulan-bulan lain ? jawabnya, Lailatul Qadar adalah pengkhususan bagi umat Nabi Muhammad SAW. 'Atha' meriwayatkan dari Ibn 'Abbas bahwa Rosulullah SAW diberitahu tentang seseorang dari Bani Israel yang memikul senjata di pundaknya saat berperang di jalan Alloh dan diganjar dengan pahala seribu bulan. Rosulullah SAW terkagum-kagum seraya memohon keutamaan serupa bagi umatnya. Beliau berkata, " Wahai Tuhanku, jadikanlah umatku umat yang sedikit bekerja tetapi mendapat pahala berlimpah." Allah kemudian menjadikan Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan yang pahalanya sama dengan seorang dari Bani Israel yang memanggul senjata di jalan Allah." Bagimu dan umatmu hingga Hari Kiamat." Menurut para pakar sejarah,orang-orang yang terdahulu tidak akan disebut sebagai hamba Tuhan sampai ia beribadah kepada Allah selama seribu bulan. Allah lalu memberika Lailatul Qadar kepada Nabi SAW. Jika mereka menghidupkan malam itu dengan ibadah, maka mereka lebih berhak mendapat sebutan hamba yang salih ketimbang seluruh hamba-Nya yang lain. |
|
|
Ditulis oleh Ulfah Nurhidayah *
|
|
Sejarah dunia mencatat betapa
perempuan seringkali diperlakukan secara nista. Pada banyak peradaban besar,
perempuan dianggap sebagai the second class, makhluk pelengkap, separoh harga
laki-laki, konco wingking, dan seabrek predikat lain yang mendudukkan wanita
pada sudut-sudut sosial.
Pada masa Yunani Kuno dan
Peradaban Romawi, perempuan diperlakukan layaknya barang dagangan yang bebas
diperjualbelikan. Pada masyarakat Hindu praabad 7 Masehi, perempuan dijadikan
sesajen untuk para dewa. Ajaran Yahudi pun menganggap perempuan sebagai sumber
laknat karena dialah yang menyebabkan Adam terusir dari surga. Dan pada abad
ke-6 Masehi, sebuah konsili menyimpulkan bahwa perempuan adalah manusia yang
diciptakan semata-mata untuk melayani laki-laki.
|
|
| | << Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 6 dari 35 |
|
|
|
|
Random Quran |
|
| | íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó
ÂãóäõæÇú áÇó íóÍöáøõ áóßõãú Ãóä ÊóÑöËõæÇú ÇáäøöÓóÇÁ ßóÑúåÇð æóáÇó ÊóÚúÖõáõæåõäøó
áöÊóÐúåóÈõæÇú ÈöÈóÚúÖö ãóÇ ÂÊóíúÊõãõæåõäøó ÅöáÇøó Ãóä íóÃúÊöíäó ÈöÝóÇÍöÔóÉò
ãøõÈóíøöäóÉò æóÚóÇÔöÑõæåõäøó ÈöÇáúãóÚúÑõæÝö ÝóÅöä ßóÑöåúÊõãõæåõäøó ÝóÚóÓóì
Ãóä ÊóßúÑóåõæÇú ÔóíúÆÇð æóíóÌúÚóáó Çááøåõ Ýöíåö ÎóíúÑÇð ßóËöíÑÇð | 4.
19. Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai
wanita dengan jalan paksa [278] dan janganlah kamu menyusahkan
mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang
telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan
pekerjaan keji yang nyata [279]. Dan bergaullah dengan mereka
secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka,
(maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu,
padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
[278] Ayat ini tidak menunjukkan bahwa mewariskan wanita tidak
dengan jalan paksa dibolehkan. Menurut adat sebahagian
Arab Jahiliyah apabila seorang meninggal dunia, maka
anaknya yang tertua atau anggota keluarganya yang lain
mewarisi janda itu. Janda tersebut boleh dikawini
sendiri atau dikawinkan dengan orang lain yang maharnya
diambil oleh pewaris atau tidak dibolehkan kawin lagi.
[279] Maksudnya; berzina atau membangkang perintah.
|
|