spacer
 
 
Halaman Utama
Tentang Kami
Tentang Yanbu'a
Unit Pendidikan
Berita
Artikel
Sosial Ekonomi
Tanya Jawab
Hubungi Kami
Waroeng Kitab
Kalkulator Zakat
Galeri Photo
Download
Majalah
WebMail
Link Ukhuwwah
Buku Tamu
     arwaniyyah

Denah Lokasi
Tamu Online
Kami menerima kiriman artikel atau berita dari:
  • semua lembaga di bawah naungan Yayasan Arwaniyyah
  • Pengajar, Pengurus, Santri, Siswa dan Alumni dari semua lembaga di bawah naungan Yayasan Arwaniyyah dengan mencantumkan data diri
Tulisan dikirim ke arwaniyyah.com atau kantor Yayasan Arwaniyyah. Untuk berita mohon dilampirkan photonya.
 
Halaman Utama
PERAYAAN MAULIDUR ROSUL SAW SEBAGAI SYIAR ISLAM
Ditulis oleh Ibnu Qosim Ar-Razy, S.Pd.I   

Bulan Rabi’ul Awwal selalu identik dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang mana kaum muslimin menyambut gembira dan mengenang sejarah dengan memperbanyak membaca shalawat dan pengajian-pengajian di mana-mana. Peringatan Maulid sendiri pertama kali dilaksanakan pada tahun 1187 M atas perintah Sultan Shalahuddin al Ayyubi, Mesir (1138 - 1193), dengan maksud untuk membangkitkan semangat jihad kaum Muslimin merebut kembali Yerussalem dari kekuasaan pasukan Salib.

 

Pada tahun 1185 M, Ketika menunaikan ibadah haji, Sultan Shalahuddin menyerukan perlunya membangkitkan semangat jihad tersebut. Untuk itu, beliau membuka sayembara menulis riwayat Rasululllah SAW dalam untaian puisi, yang kemudian dimenangkan oleh Syaikh Ja’far bin Abdul Karim al Barzanji. Dan syair sang imam itu berperan penting dalam usaha pembebasan kota Yerussalem.

Di sepanjang sejarah abad ke-8, Ibnu Bathutah, menulis di dalam kitabnya, Rihla, bahwa setiap Jum'at selepas shalat dan pada hari kelahiran Nabi, pintu ka’bah akan dibuka oleh ketua Banu Shayba, pemegang kunci pintu Ka'bah untuk kaum muslimin disekitarnya. Pada hari Maulid Nabi SAW itu pula ketua hakim Mekkah; Najmuddin Muhammad Ibn Al Imam Muhyidin Al-Tabari, membagi-bagikan makanan kepada shurafa (keturunan Nabi SAW dan kepada semua penduduk Mekkah).

 
 Al Qur’an dalam Bulan Ramadhan
Ditulis oleh KH. Misbahuddin Nashan   

Iqra’ (bacalah), merupakan ayat pertama surat al Alaq yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW., di Gua Hira’ pada Bulan Ramadhan. Sekarang diperingati sebagai Hari Nuzulul Qur’an setiap Bulan Ramadlan.

Al Qur’an memiliki tiga nama yang masyhur :

1.  Al Qur’an.

ÞÜÇá ÊÜÚÜÇáì : öÇäøó åóÜÐóÇ ÇáÜÞõÜÑúÂäó íÜóÜÜåúÏöì áöáøóÜÊöì åöìó ÃóÞúÜæóãõ  ( ÇáÃÓÜÑÇÁ : 9 )

 
Puasa
Ditulis oleh KH. Sya’roni Ahmadi   

Puasa ramadlan diwajibkan bagi orang Islam. Orang Islam wajib bersyukur dengan datangnya bulan suci ini. Karena bulan ramadlan itu membawa banyak berkah dan memiliki banyak keutamaan.

Pada bulan ramadlan, pahala ditingkatkan. Di bulan ini pula, terdapat malam agung, yang dijelaskan oleh Allah Swt., sebagai hari yang lebih agung dari seribu bulan, yaitu lailatul qadar (malam kekuasaan). Dimana pada  malam itulah, al Qur’an diturunkan.

 
Keutamaan Lailatul Qadar
Ditulis oleh arwaniyyah   

Malam Kemuliaan atau Lailatul Qadar  merupakan malam agung yang sarat keutamaan. Malam ini termasuk keistimewaan yang diberikan kepada umat Nabi Mauhammad SAW. Tidak benar pendapat yang mengatakan bahwa malam itu hanya terjadi sekali dan sudah berakhir saat wahyu diturunkan. Menurut sebagian ulama, malam itu terus ada dan berlangsung hingga saat ini dan bahkan sampai Hari Kiamat.

Lalu timbul pertanyaan: apakah malam itu datang hanya di bulan Ramadhan dan tidak di bulan-bulan lain ? jawabnya, Lailatul Qadar adalah pengkhususan bagi umat Nabi Muhammad SAW. 'Atha' meriwayatkan dari Ibn 'Abbas bahwa Rosulullah SAW diberitahu tentang seseorang dari Bani Israel yang memikul senjata di pundaknya saat berperang di jalan Alloh dan diganjar dengan pahala seribu bulan. Rosulullah SAW terkagum-kagum seraya memohon keutamaan serupa bagi umatnya. Beliau berkata, " Wahai Tuhanku, jadikanlah umatku umat yang sedikit bekerja tetapi mendapat pahala berlimpah." Allah kemudian menjadikan Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan yang pahalanya sama dengan seorang dari Bani Israel yang memanggul senjata di jalan Allah." Bagimu dan umatmu hingga Hari Kiamat."

Menurut para pakar sejarah,orang-orang yang terdahulu tidak akan disebut sebagai hamba Tuhan sampai ia beribadah kepada Allah selama seribu bulan. Allah lalu memberika Lailatul Qadar kepada Nabi SAW. Jika mereka menghidupkan malam itu dengan ibadah, maka mereka lebih berhak mendapat sebutan hamba yang salih ketimbang seluruh hamba-Nya yang lain.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 6 dari 36


Random Quran
  Åöäøó ÇáøóÐöíäó íóßúÝõÑõæäó ÈöÇááøåö æóÑõÓõáöåö æóíõÑöíÏõæäó Ãóä íõÝóÑøöÞõæÇú Èóíúäó Çááøåö æóÑõÓõáöåö æóíÞõæáõæäó äõÄúãöäõ ÈöÈóÚúÖò æóäóßúÝõÑõ ÈöÈóÚúÖò æóíõÑöíÏõæäó Ãóä íóÊøóÎöÐõæÇú Èóíúäó Ðóáößó ÓóÈöíáÇð
4. 150. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul- rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan [373] antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan : "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), [373] Maksudnya : beriman kepada Allah, tidak beriman kepada rasul-rasul-Nya.
Buku Tamu Terbaru
khozin alfani
apakah selama liburan sekolah ini, pondok Tahfidh yanbu'ul qur'an masih menerima kunjungan study banding dari pondok pesantren lain? 
 
MUHAMMAD BIN M.SUHAI
Assalamu'alaikum...Wr.Wb... 
Salam ta'dzim buat semuanya 
Berkah doanya untuk PP Nailun Najah Kalinyamatan Jepara
achmad mudhofar khan
dekatkan selalu diri kita kepada penguasa alam "ALLAH"
ida wahida
assalamu'alaikum.aku seorang bunda yang sedang cemas-cemas bahagia karena anakku lusa 13 juni mau ikut tes di pon.pes yanbu'ul qur'an.semoga lulus karena
Milis Arwaniyyah
Via:


 
 
 
spacer
 
Yayasan Arwaniyyah menerima bantuan dari dermawan berupa Zakat, infaq, shodaqoh dan santunan untuk anak yatim. Bantuan dapat dikirimkan ke Rekening : Bank Mandiri Cab. Kudus atas nama Muh. Ulinnuha Arwani No. Rek. 135- 00-0217810-9 untuk anak yatim No. Rek. 135- 00-0222868-0