|
Ditulis oleh arwaniyyah
|
Tanya Mengingat jumlah jama’ah haji yang melakukan mabit di Mina dari tahun ke tahun terus bertambah banyak, maka wilayah untuk mabit di Mina akan mengembang sesuai dengan kebutuhan jama’ah, sampai keluar dari batas Mina Qodim (ketetapan luas batas wilayah yang semula ). Pertanyaan : A. Apakah ada dalil / dasar yang pasti baik dari Al Qur’an ataupun hadits yang mengatur tentang perluasan tempat mabit di Mina tersebut ? B. Bagaimana hukumnya ( apakah dianggap melanggar wajib haji ataukah dibenarkan ) bagi jama’ah haji yang tempat mabitnya di Mina Jadid ( di haratul lisan ) ? Jawab A. Belum pernah menemukan dalil Al Qur’an atau Hadits yang mengatur tentang perluasan tempat mabit di Mina. B. Bagi Jama’ah haji yang mabit di Mina Jadid belum cukup dikatakan Mabit, jadi wajib mabit di Mina Qodim.
|