-

http://www.arwaniyyah.com/templates/ya_kudus/images/logo-animated.gifhttp://www.arwaniyyah.com/templates/ya_kudus/images/logo-muter.gif

Renungan Qurban

qurbanNabi Ibrahim berkata kapada Nabi Ismail : “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu?” Nabi Ismail menjawab seketika dengan tenang dan penuh keyakinan : “Wahai ayahku, laksanakanlah apa yang diperintahkan (oleh Allah) kepadamu, engkau akan mendapatkanku - insya Allah - termasuk orang-orang yang sabar”

Mari kita renungkan, ketika kita mendambakan kehadiran seorang anak selama bertahun-tahun lamanya, sampai akhirnya impian itu tercapai, bisa kita rasakan betapa bahagianya, apalagi dikaruniai anak yang cerdas, sehat dan cantik.
Tapi pernahkah kita bayangkan ketika anak yang sedang lucu-lucunya itu meninggal?

Begitulah kisah Nabi Ibrahim yang hidup di padang pasir bertahun-tahun dalam penantian kehadiran seorang anak sampai pada usianya yang sudah tua itu impianya baru terwujud, tapi ALLAH memerintahkan untuk menyembelih anaknya itu.
ALLAHU AKBAR..! Nabi Ibrahim Kekasih ALLAH itu tanpa ragu menunjukan ketaatannya pada ALLAH. Dia langsung mendatangi Nabi Ismail, kaduanya langsung pergi menuju tempat penyembelihan. Nabi Ismail pun langsung berbaring, meletakkan pelipisnya ke bumi. Nabi Ibrahim langsung bergerak untuk menyembelihnya. ALLAHU AKBAR… Sungguh sebuah pemandangan yang sangat mengharukan. Lihatlah betapa pasrahnya Nabi Ismail dan taatnya Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah ALLAH.

Ketika perintah itu turun, mereka pun tidak banyak bicara, tidak tawar menawar untuk menjalankannya, padahal yang diqurbankan adalah nyawa anaknya, lain kalau kita, cuma diperintahkan korban seekor kambing saja mikirnya seribu kali, mesti difikir dulu dari segala sudut, menghitung-hitung untung ruginya, dibikin rumit lagi, ketika sudah terdesak dan diputuskan untuk berqurban malah tidak jadi, atau sekalipun jadi, kita memasang ganjaran yang gk kira-kira dari korban itu.

Kita semestinya sadar, apa yang kita miliki semuanya adalah milik ALLAH, dan kapanpun semuanya bisa diambil oleh Sang Pemilik langit dan bumi yang kita injak ini.
Semuanya cuma titipan, janganlah mencintainya berlebihan, justru semuanya kita gunakan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada ALLAH.
Kita memang masih terlalu jauh dari teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sebab itu mari kita belajar berkorban dari hal-hal yang terkecil sekalipun kalau bisa dari saat ini juga, ketika sifat berkoban sudah terbiasa dalam perilaku kita, InsyaALLAH lambat laun kita tidak akan merasa berat untuk berkorban yang lebih banyak dalam segala hal dari apa yang kita miliki, semoga ALLAH SWT senantiasa membimbing kita semua, Amiin.
ALLAHU AKBAR… Wallahu A’lam.

scroll back to top
comments
 
 
YAYASAN ARWANIYYAH KUDUS
Jl. KH. M. Arwani Kelurahan Kajeksan No.24 Telp/Fax.(0291) 445161 PO BOX 124 Kudus Jawa Tengah 59332 Indonesia
Website : www.arwaniyyah.com  Email : Alamat surel ini dilindungi dari spambots. Anda harus mangaktifkan JavaScript untuk melihatnya.
 
 
 
LiveZilla Live Help