-

http://www.arwaniyyah.com/templates/ya_kudus/images/logo-animated.gifhttp://www.arwaniyyah.com/templates/ya_kudus/images/logo-muter.gif

Menulis Slogan dan Poster

MENULIS SLOGAN UNTUK BERBAGAI KEPERLUAN

Perkembangan teknologi komunikasi, memberikan dampak positif bagi manusia untuk menyampaikan informasi kepada publik, banyak cara yang dilakukan untuk menyampaikan sebuah gagasan, ide, produk maupun jasa tersebut, salah satu cara yang sering dilakukan oleh masyarakat adalah dengan menulis slogan dan di tempatkan di lokasi yang strategis, seperti di jalan raya, dekat super market, pasar dngan tujuan agar masyarakat mengetahui dan teringat terus slogan tersebut.

Pada materi ini Kamu akan mempelajari tata cara menulis slogan untuk berbgai keperluan, dengan bahasa yang singkat, sopan dan mudah dipahami serta diingat oleh berbagai kalangan masyarakat  

A. Pengertian Slogan :

Para Ahli bahasa banyak yang memberikan pengertian tentang

  1. 1)Slogan adalah motto atau frasa yang dipakai pada konteks politik, komersial, agama, dan lainnya, sebagai ekspresi sebuah ide atau tujuan yang mudah diingat. Kata "slogan" sendiri diambil dari istilah dalam bahasa Gaelik, sluagh-ghairm, yang berarti "teriakan bertempur". Bentuk slogan bervariasi, dari yang tertulis dan terlihat, sampai yang diucap dan yang vulgar. Pada umumnya bentuk retorika sederhananya memberikan ruang untuk menyampaikan informasi yang lebih rinci, selain itu juga disampaikan dalam bentuk ekspresi sosial dari tujuan bersama, daripada proyeksi dari beberapa orang saja ( Wikipedia ),
  2. 2)Slogan merupakan kalimat pendek yang menarik atau mencolok dan mudah diingat. Slogan biasanya bertujuan menumbuhkan semangat atau motivasi. ( Maryati Sutopo Bahasa dan sastra Indonesia 2 Kelas VIII SMP/MTs)
  3. 3)Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu. Slogan biasanya digunakan sebagai propaganda. Hal ini terbukti karena slogan biasanya digunakan oleh suatu instansi untuk mempopulerkan jati dirinya.Di samping itu, slogan juga bertujuan untuk mempengaruhi para pembaca. Oleh karena itu,kekuatan kata harus diperhatikan benar-benar. Meskipun hanya beberapa kata, makna yang ingin diungkapkan amat luas dan dalam. ( Yuni Setyorini, Bahasa Indonesia kelas VIII. Ebook, pusat perbukuan diknas )
  4. 4)Slogan adalah tulisan yang berupa kelompok kata atau kalimat pendek yang menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk memberitahukan tujuan/visi suatu organisasi, kegiatan, golongan, organisasi, atau perusahaan. Isi slogan menggambarkan visi, tujuan, dan harapan dari sebuah organisasi/perusahaan.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat diambil satu simpulan bahwa, Slogan biasanya berupa semboyan/kalimat dengan kata-kata menarik untuk menjelaskan tujuan suatu organisasi, mudah diingat untuk menyampaikan sesuatu. juga pernyataan atau susunan kata tertentu yang menjelaskan singkat suatu produk atau jasa layanan yang diulang-ulang sehingga mudah diingat publik. Disamping itu pula Kalimat-kalimat slogan haruslah kreatif dan juga tidak ketinggalan zaman. Maka dengan itu, masyarakat/publik akan semakin mudah mengingat dan juga slogan tersebut akan dikenal

Slogan sangat penting untuk dunia periklanan. Dengan slogan, iklan tersebut akan mudah diingat publik dan akan lebih dikenal.Selain iklan, slogan juga dapat digunakan pada saat kampanye, contohnya kampanye anti narkoba, anti korupsi dan kampanye pemilihan kepala daerah..

Penggunaan slogan yang berhasil terlihat dari seberapa jauh masyarakat mengenal slogan tersebut. Bila slogan itu berhasil, maka hanya dengan mendengar slogannya, orang-orang akan mengetahui apa jenis produk yang memakai slogan tersebut.

B. Ciri- Ciri Slogan

Dari penjelasan tersut diatas slogan memiliki ciri-ciri sebagai berikut : (1) Motto adalah kata-kata atau seruan yang menggambarkan motivasi, semangat, dan tujuan dari suatu organisasi. Pengguna motto ini biasanya adalah negara, kota, universitas, dan keluarga-keluarga bangsawan. Biasanya motto ditulis dalam bahasa kuno atau daerah di tempat tersebut seperti bahasa Latin atau Perancis di Eropa. Sedangkan untuk di Indonesia dan daerah sekitarnya, motto biasa ditulis dalam bahasa Kawi atau Sansekerta.(2). Frasa adalah kelompok kata yang tidak mengandung predikat dan belum membentuk klausa atau kalimat. Membentuk frasa bukanlah asal menyandingkan sederet kata yang tidak menghasilkan kesatuan makna, melainkan harus yang membentuk makna baru, dalam hal ini proses pembentukan frasa sama dengan pembentukan kata majemuk, tetapi jumlah kata pembentuk frasa bias jauh lebih dari kata majemuk. Ada tiga syarat yang harus dimiliki oleh frasa : a) konstruksinya tidak mempunyai predikat (nonpredikatif); b) proses pemaknaannya berbeda dengan idiom; c) susunan katanya berpola tetap.

Beberapa contoh bentuk frasa

No

Nama Frasa

Arti

 

buku putih

buku yang sifatnya rahasia

 

besar hati

sombong

 

buah bibir

bahan pembicaraan

 

cuci otak

pengganti pikiran dengan cara paksa

 

daftar hitam

daftar nama orang yang pernah dihukum karena melakukan kejahatan

 

kaki tangan

orang diperalat untuk membantu

Tabel 1

(3) Kalimat Retorika (dari bahasa Yunani ῥήτωρ, rhêtôr, orator, teacher) adalah sebuah teknik pembujuk-rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara, emosional atau argumen (logo), awalnya Aristoteles mencetuskan dalam sebuah dialog sebelum The Rhetoric dengan judul 'Grullos' atau Plato menulis dalam Gorgias, secara umum ialah seni manipulatif atau teknik persuasi politik yang bersifat transaksional dengan menggunakan lambang untuk mengidentifikasi pembicara dengan pendengar melalui pidato, persuader dan yang dipersuasi saling bekerja sama dalam merumuskan nilai, keprcayaan dan pengharapan mereka. Ini yang dikatakan Kenneth Burke (1969) sebagai konsubstansialitas dengan penggunaan media oral atau tertulis, bagaimanapun, definisi dari retorika telah berkembang jauh sejak retorika naik sebagai bahan studi di universitas. Dengan ini, ada perbedaan antara retorika klasik (dengan definisi yang sudah disebutkan diatas) dan praktek kontemporer dari retorika yang termasuk analisa atas teks tertulis dan visual.

Dalam doktrin retorika Aristoteles [1] terdapat tiga teknis alat persuasi politik yaitu deliberatif, forensik dan demonstratif. Retorika deliberatif memfokuskan diri pada apa yang akan terjadi dikemudian bila diterapkan sebuah kebijakan saat sekarang. Retorika forensik lebih memfokuskan pada sifat yuridis dan berfokus pada apa yang terjadi pada masa lalu untuk menunjukkan bersalah atau tidak, pertanggungjawaban atau ganjaran. Retorika demonstartif memfokuskan pada epideiktik, wacana memuji atau penistaan dengan tujuan memperkuat sifat baik atau sifat buruk seseorang, lembaga maupun gagasan.

Entimem atau Enthymeme berasal dari bahasa Yunani “en” artinya di dalam dan “thymos” artinya pikiran adalah sejenis sylogisme yang tidak lengkap, tidak untuk menghasilkan pembuktian ilmiah, tetapi untuk menimbulkan keyakinan dalam sebuah entimem, penghilangan bagian dari argumen karena diasumsikan dalam penggunaan yang lebih luas, istilah "enthymeme" kadang-kadang digunakan untuk menjelaskan argumen yang tidak lengkap dari bentuk selain silogisme.[1] Menurut Aristoteles yang ditulis dalam Retorika, sebuah "retorik silogisme" adalah bertujuan untuk pembujukan yang berdasarkan kemungkinan komunikan berpendapat sedangkan teknik bertujuan untuk pada demonstrasi [2].

C. MENULIS KALIMAT SLOGAN ( HIMBUAN )

Kalimat slogan/himbauan adalah mengajak masyarakat untuk melakukan/tidak tindakan. Kalimat himbauan ada yang bersifat langsung (dengan menggunakan kata harus, perlu, dilarang, angan, hendaknya) dan ada yang bersifat tidak langsung (menunjukkan akibat baik/akibat buruk jika suatu tindakan dilakukan/tidak dilakukan. Langkah-langkah menyusun kalimat himbauan diringkas sebagai berikut.

  1. 1)Menentukan perilaku apa yang harus dilakukan/dihindari (misalnya: tidak mencari ikan dengan bahan peledak, harus menjaga keseimbangan sungai, harus menanami lahan gundul dengan pohon)
  2. 2)Menyusun kalimat larangan atau kalimat ajakan berkaitan dengan perilaku yang harus/dihindari. Kalimat itu bisa bersifat langsung mengajak/menyuruh. Ada juga yang menyatakan secara tidak langsung dengan menonjolkan dampak jika tidak dilakukan/dilakukan.
  3. 3)Harus mengerti fungsi slogan terlebih dahulu. Untuk pendidikan masyarakat, memacu semangat, cita-cita, iklan komersial, atau propaganda politik
  4. 4)Mengetahui pasti siapa yang menjadi tujuan utama slogan. Apakah remaja, anak-anak, atau orang dewasa.
  5. 5).Merupakan hal baru, tidak biasa, dan unik.
  6. 6)Juga dapat menggunakan permainan bunyi dalam kata atau rima

Pelatihan 1

Setelah kamu mempelajari langkah menulis slogan, sekarang perhatikan slogan produk atau jasa berikut ini, kemudian tentukan pemilik produk atau jasa pembuat serta diperuntukan bagi siapa slogan tersebut.

No

Bentuk slogan

Pembuat

sasaran

1

Menyelesaikan maslah tanpa masalah

 

 

2

Makan tidak makan asal kompol

 

 

3

Kebanggaan bersama milik bangsa

 

 

4

Hidup mulia, mati syahid

 

 

5

Sedikitkan tawa, banyakkan menanggis

 

 

 

D. MENGKOMENTARI SLOGAN

Dalam memberikan komentar terhadap slogan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

(1) kepadatan isi (singkat),

(2) kesesuaian slogan dengan tujuan/visi/harapan yang ditentukan,

(3) keaslian slogan (tidak meniru), dan

(4) keindahan dan kemenarikan pilihan kata yang digunakan.

Pelatihan 2

Bersama teman sebangkumu, berilah komentar slogan di bawah ini !

No

Bentuk slogan

komentar

1

Bila ada kekurangan sampaikan ke kami, bila ada kelebihan sampaikan ke orang lain

 

2

Polisi sebagai Pelindung, Penganyom, dan Pelayan Masyarakat

 

 

Pelatihan 3

Buatlah slogan dengan tujuan berikut ini

  1. a.Remaja sering tergoda memakai narkoba. Hal ini dapat merusak jiwa dan tubuhnya. Selain itu juga merusak masa depannya.
  2. b.Hutan di Indonesia perlu dipelihara dan dilindungi. Penjarahan dan perusakan terjadi di mana-mana. Hal ini merusak paru-paru dunia.
  3. c.Masa remaja perlu diisi dengan kegiatan yang berguna. Jangan sampai masa itu terlewat dengan sia-sia
  4. d.Saat ini banyak remaja yang mengikuti budaya dan tingkah laku yang bukan mencerminkan budaya bangsa Indonesia, seperti cara berpakaian, gaya hidup, sedangkan budaya dan adat isti adat bangsa Indonesia lebih mencerminkan sifat penghargaan pada manusia

 

 

 

 

scroll back to top
comments
 
 
YAYASAN ARWANIYYAH KUDUS
Jl. KH. M. Arwani Kelurahan Kajeksan No.24 Telp/Fax.(0291) 445161 PO BOX 124 Kudus Jawa Tengah 59332 Indonesia
Website : www.arwaniyyah.com  Email : Alamat surel ini dilindungi dari spambots. Anda harus mangaktifkan JavaScript untuk melihatnya.
 
 
 
LiveZilla Live Help