Sinergitas Dakwah Yanbu’a, Mushaf Al-Quddus dan KH-Q

Papan nama pondok pesantren tempat lahirnya Metode Yanbu’a, Mushaf Al-Quddus dan air minum KH-Q (doc. PTYQ Pusat)

Sejak Awal didirikan, Yayasan Arwaniyyah Kudus memang  ditujukan untuk melegalkan dakwah qur’aniyah yang dicanangkan Simbah KHM. Arwani Amin, dalam fokus utama keagamaan, pendidikan, perekonomian serta kesehatan. Di antara produk yang sudah dikenal luas kini adalah Yanbu’a dan Mushaf al- Quddus mewakili dakwah di bidang pendidikan keagamaan, serta air minum Kh-Q/BUYA yang mewakili dakwah bidang perekonomian.

Metode Yanbu’a merupakan salah satu metode membaca, menulis dan juga menghafal Al-Qur’an yang pembelajarannya menyelaraskan metode-metode baca tulis Al-Qur’an yang telah ada. Metode Yanbu’a ini memiliki 7 jilid. Materi yang ada pada masing-masing jilid memiliki materi pembelajaran tersendiri yang sudah disesusaikan oleh penyusun agar sesuai dengan kemampuan dari santri atau peserta didik yang mempelajarinya. Materi yang ada dalam Metode Yanbu’a antara lain materi baca tulis Al-Qur’an, ilmu tajwid, Gharib Al-Qur’an, materi doa sehari-hari, materi surat-surat pendek dan Juga diajarkan cara menulis dan membaca tulisan pegon(tulisan bahasa indonesia/jawa yang ditulis dengan huruf arab). Contoh-contoh huruf yang sudah dirangkai semuanya dari lafadh Al Qur’an, kecuali beberapa lafadh.

Dalam  paket komplet Metode Yanbu’a yang terbaru bahkan juga disertai keping VCD yang berisi video contoh pelafalan bacaan Gharib Al-Qur’an, menyusul video pelatihan Muqri’ yang sebelumnya telah diperkenalkan di bawah asuhan Romo KH. M. Ulil Albab Arwani.  Semua jilid dari tingkat pemula hingga jilid tambahan untuk pengajar disusun sedemikian rupa menyesuai kan kebutuhan di lapangan serta metodologi yang terus disempurnakan. Hal ini bukan berarti memperlambat anak didik ke tahap mengaji Al-Qur’an, tetapi mendorong anak menguasai berbagai materi dasar sehingga anak didik bisa masuk kelas Al- Qur’an pada saat yang tepat.

Sedangkan di saat era Digitalisasi Global seperti sekarang, Metode Yanbu’a sangat mungkin sekali merambah dunia digital bisa jadi lewat aplikasi maupun video tutorial pendamping mengaji yang lebih bervariasi, tentu tanpa menafikan kaidah-kaidah umum bahwa Al-Qur’an memang tetap harus digurukan.

Setelah Metode Yanbu’a mulai diterima oleh masyarakat, diterbitkanlah Mushaf al-Quddus yang sebenarnya embrio berupa ide dan usulannya jauh ada masuk ke meja Romo Kiai jauh sebelum Yanbu’a muncul. Mushaf ini punya beberapa keunikan yang pada masanya belum ada di Indonesia, dan bahkan bisa dikatakan termasuk pioneer/pendahulu. Di antaranya ada tanda waqaf sementara untuk pembantu waqaf dan ibtida’ serta keterangan bacaan gharib berbahasa Indonesia. Mushaf ini dicetak dalam beberapa varian ukuran dan bahan, termasuk juga versi Al-Qur’an terjemahnya. Kemunculan mu shaf ini juga terbilang sukses diterima oleh pasaran, walaupun sebenarnya tidak didistribusikan dengan pola marketing pada umumnya. Distributor utama memang dipegang oleh manajemen Mubarokatan Thoyyibah, disalurkan lewat jejaring pelanggannya. Bilapun orang awam mengenal mushaf ini, biasanya dari pameran atau bazaar regional dan nasional yang biasanya diikuti oleh Mubarokatan di berbagai daerah. Belakangan, ada beberapa mushaf yang diterbitkan dengan tampilan dan isi yang berkiblat pada al-Quddus dengan sedikît modifikasi. Hal ini berarti merupakan sinyal positif karena dengan makin  ketatnya persaingan sehat antar produsen mushaf di tanah air berarti masyarakat punya lebih banyak varian mushaf dengan inovasi masing-masing.

Kesemua produk bukan  dengan   niatan   ingin   menaikkan pamor yayasan maupun keluarga ndalem simbah Arwani, tetapi semata memenuhi keinginan masyarakat. Produk yang lahir bottom-tıp biasanya memang bertahan di tengah ketatnya pasar. Tapi lebih dari mencari profit, goal kami adalah   dakwah. Kapan lagi Islam akan jaya di negara yang mayoritas penduduknya muslim, kalau tidak dimulai dengan membenahi diri untuk terus berkarya, berdikari dalam ekonomi. Betapa miris usaha penerbitan Al- Qur’an dikuasai oleh segelintir penguasaha non-muslim dan pencetakan mushafnya pun tanpa ada penghormatan sama sekali. Lebih banyak lagi, berapa saja metode baca tulis Al-Qur’an yang populer hanya karena embel-embel janji instan, bisa mengaji hanya dalam hitungan hari atau bahkan beberapa jam saja. Betapa hebatnya. Mengalahkan Nabi Muhammad, seorang Nabi berbangsa Arab yang terbata berhijaiyah dalam awal pewahyuan Al-Qur’an yang diterima olehnya.

Sumber : Majalah Arwaniyyah Tahun 2017

Call Canter :
Metode Yanbu’a : Yanbu’a Center, +62 823-2922-7887
Pembelian Yanbu’a dan Al-Quddus : Mubarokatan Thoyyibah, +62 857-9972-9666
Air Minum KH-Q : PT Buya Barokah, +62 812-3627-4009

Bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.